DP3APPKB Kota Salatiga Gelar Workshop Penguatan Paralegal untuk Optimalisasi Penanganan Kekerasan Perempuan dan Anak
SALATIGA — Dalam upaya memperkuat sistem perlindungan sosial dan penanganan kasus di tingkat akar rumput, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Salatiga menyelenggarakan kegiatan Workshop Penguatan Paralegal dalam Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 02 November 2026 ini bertempat di Ruang Kaloka Lantai 4, Gedung Sekretariat Daerah (Setda) Kota Salatiga, dan dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Workshop ini dihadiri oleh berbagai elemen penggerak masyarakat yang memiliki peran strategis dalam pendampingan hukum dan sosial, di antaranya perwakilan Kelompok Keluarga Berencana (KKB), jajaran Paralegal PKK tingkat Kota, Kecamatan, hingga Kelurahan, serta perwakilan dari Pos Bantuan Hukum (Posbankum) Kelurahan se-Kota Salatiga.
Kehadiran para paralegal dari berbagai tingkatan wilayah ini menunjukkan komitmen kuat Kota Salatiga dalam menciptakan jejaring perlindungan yang terpadu. Melalui kegiatan ini, para peserta dibekali dengan pemahaman teknis, koordinasi lintas sektor, serta langkah-langkah strategis dalam memberikan pendampingan hukum yang responsif dan berperspektif korban.
DP3APPKB berharap, dengan adanya penguatan kapasitas ini, para paralegal PKK dan Posbankum kelurahan dapat menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dini, melaporkan, serta mengawal penyelesaian kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak secara cepat dan tepat sesuai dengan koridor hukum yang berlaku di Kota Salatiga.
Rumah Dilan Paramita Kelurahan Kauman Kidul Produksi 120 Gantungan Kunci Kluwek untuk Benang Raja
Kauman Kidul, Selasa, 20 Oktober 2026 — Ibu-ibu anggota Rumah Dilan Paramita, Kelurahan Kauman Kidul, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, melaksanakan kegiatan produksi gantungan kunci berbahan kluwek untuk memenuhi pesanan dari Benang Raja.
Dalam kegiatan tersebut, para anggota Rumah Dilan Paramita mengerjakan pesanan sebanyak 120 buah gantungan kunci yang dijadwalkan dikirim pada Kamis, 22 Oktober 2026.
Dengan penuh semangat, ibu-ibu anggota Rumah Dilan Paramita meluangkan waktu di sela-sela kesibukan masing-masing untuk menyelesaikan pesanan tersebut. Kegiatan ini mencerminkan semangat kebersamaan, kerja sama, dan produktivitas anggota dalam mengembangkan keterampilan serta menghasilkan produk kerajinan.
Melalui kegiatan ini, Rumah Dilan Paramita diharapkan dapat terus menjadi wadah bagi ibu-ibu untuk berkarya, meningkatkan keterampilan, serta mengembangkan potensi usaha produktif masyarakat.
Semangat dan kekompakan para anggota menjadi modal penting dalam mendukung keberlanjutan kegiatan kerajinan sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat di Kelurahan Kauman Kidul.
Kauman Kidul – Kelurahan Kauman Kidul melaksanakan kegiatan Bina Wilayah PKK di RW 7 pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan dan peningkatan kapasitas administrasi serta pelaksanaan program kerja PKK di wilayah.
Dalam kegiatan tersebut dibahas berbagai program kerja dan administrasi PKK yang mengacu pada hasil Rakernas X. Melalui kegiatan Bina Wilayah ini, diharapkan pelaksanaan program serta administrasi PKK di RW 7 dapat berjalan lebih tertib, terarah, dan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.
Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan tertib administrasi PKK sekaligus memperkuat pelaksanaan program kerja di tingkat wilayah.
Binwil PKK RW 2 Kauman Kidul Bahas Pengelolaan Sampah
Kauman Kidul, 19 September 2026 — Kegiatan Binaan Wilayah (Binwil) PKK dilaksanakan di RW 2, Kelurahan Kauman Kidul, Kecamatan Sidorejo, pada Sabtu, 19 September 2026, pukul 16.00–17.35 WIB. Kegiatan ini bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan dihadiri oleh PKK RW, PKK Kota, serta PKK Kelurahan Kauman Kidul.
Kegiatan Binwil kali ini mengangkat tema pengelolaan sampah, dengan pembahasan mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya, membedakan sampah organik dan nonorganik, serta pemanfaatan biopori sebagai salah satu upaya pengelolaan lingkungan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kader PKK dan masyarakat semakin memahami pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan benar. Pemilahan sampah diharapkan dapat mengurangi volume sampah, meningkatkan pemanfaatan kembali sampah, serta menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.
Gerakan Satu Rumah, Satu Biopori (Ratu Ngebor) resmi diluncurkan di Kelurahan Kauman Kidul Kecamatan Sidorejo Jumat 11 September 2026 sebagai bagian dari Gerakan Salatiga Lestari. Kegiatan berlangsung di Taman Manunggal Jati, RW 07, Kelurahan Kauman Kidul.
Peluncuran tersebut dihadiri Ketua TP PKK Kota Salatiga Retno Robby Hernawan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kabid DP3APPKB, perwakilan PDAM Kota Salatiga, Ketua TP PKK Kecamatan Sidorejo, para lurah se-Kecamatan Sidorejo, pengurus PKK, serta sejumlah undangan.
Ketua TP PKK Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, menyampaikan apresiasi kepada PKK Pokja 4 Kecamatan Sidorejo dan DLH atas kerja sama dalam pelaksanaan kegiatan. Apresiasi juga diberikan kepada PDAM Kota Salatiga yang mendukung program melalui pemberian CSR berupa ember dan pipa biopori.
TP PKK Kota Salatiga Retno Robby Hernawa mengatakan, pelestarian lingkungan menjadi tanggung jawab bersama, termasuk dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Menurutnya, sampah perlu diselesaikan sejak dari sumbernya, yaitu rumah tangga, sehingga masyarakat perlu membangun kebiasaan untuk mengelola sampah secara mandiri. Ia menilai kebiasaan memilah sampah sudah mulai berkembang di masyarakat. Sampah anorganik yang sebelumnya dianggap sebagai limbah kini dapat memiliki nilai ekonomi setelah dipilah dan dikelola. Selanjutnya, perhatian perlu diarahkan pada pengelolaan sampah organik yang masih menjadi tantangan.
“Gerakan Ratu Ngebor menjadi salah satu upaya untuk mengelola sampah organik dari rumah. Namun, pelaksanaannya tidak harus terbatas pada biopori. Masyarakat dapat menggunakan komposter, tebanisasi, maupun metode lain sesuai kondisi dan kebutuhan di wilayah masing-masing,” ujar Retno. Retno menekankan agar Ratu Ngebor tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Gerakan tersebut diharapkan menjadi kebiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, PKK, dan berbagai pihak terkait. Ia juga mengajak masyarakat untuk mengupayakan agar sampah organik rumah tangga dapat diselesaikan di rumah, sehingga jumlah sampah yang dibawa ke TPA Ngronggo dapat terus dikurangi.
Sementara itu, Camat Sidorejo menyampaikan bahwa pengelolaan sampah organik telah mulai diterapkan oleh masyarakat, khususnya di RW 07 Kelurahan Kauman Kidul. Dari total 277 rumah, sebanyak 204 rumah telah menggunakan komposter, 23 rumah menggunakan biopori, dan 2 rumah mengolah sampah organik menggunakan maggot.
Dalam kegiatan tersebut, PDAM Kota Salatiga secara simbolis menyerahkan bantuan berupa 10 ember dan 50 pipa biopori kepada Ketua TP PKK Kota Salatiga. Peluncuran Gerakan Ratu Ngebor kemudian ditandai dengan peletakan ember pada lubang biopori di Kelurahan Kauman Kidul, yang dilanjutkan dengan pembuatan lubang biopori secara simbolis oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup. Pada kesempatan yang sama, Tim Kerja Sosialisasi, Komunikasi, dan Edukasi Percepatan Pengelolaan Sampah RW 07 bersama warga melakukan penebaran cacing Lumbricus pada TEBA yang dikelola oleh RW 07 sebagai bagian dari upaya pengolahan sampah organik.
Melalui gerakan ini, masyarakat diharapkan semakin aktif mengelola sampah organik dari rumah sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Ratu Ngebor diharapkan dapat diterapkan secara konsisten dan berkembang di seluruh wilayah Kota Salatiga.