LOUNCHING RATU NGEBOR TINGKAT KECAMATAN KOTA SALATIGA

Gerakan Satu Rumah, Satu Biopori (Ratu Ngebor) resmi diluncurkan di Kelurahan Kauman Kidul Kecamatan Sidorejo Jumat 11 September 2026 sebagai bagian dari Gerakan Salatiga Lestari. Kegiatan berlangsung di Taman Manunggal Jati, RW 07, Kelurahan Kauman Kidul.

Peluncuran tersebut dihadiri Ketua TP PKK Kota Salatiga Retno Robby Hernawan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kabid DP3APPKB, perwakilan PDAM Kota Salatiga, Ketua TP PKK Kecamatan Sidorejo, para lurah se-Kecamatan Sidorejo, pengurus PKK, serta sejumlah undangan.

Ketua TP PKK Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, menyampaikan apresiasi kepada PKK Pokja 4 Kecamatan Sidorejo dan DLH atas kerja sama dalam pelaksanaan kegiatan. Apresiasi juga diberikan kepada PDAM Kota Salatiga yang mendukung program melalui pemberian CSR berupa ember dan pipa biopori.

TP PKK Kota Salatiga Retno Robby Hernawa mengatakan, pelestarian lingkungan menjadi tanggung jawab bersama, termasuk dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Menurutnya, sampah perlu diselesaikan sejak dari sumbernya, yaitu rumah tangga, sehingga masyarakat perlu membangun kebiasaan untuk mengelola sampah secara mandiri.
Ia menilai kebiasaan memilah sampah sudah mulai berkembang di masyarakat. Sampah anorganik yang sebelumnya dianggap sebagai limbah kini dapat memiliki nilai ekonomi setelah dipilah dan dikelola. Selanjutnya, perhatian perlu diarahkan pada pengelolaan sampah organik yang masih menjadi tantangan.


“Gerakan Ratu Ngebor menjadi salah satu upaya untuk mengelola sampah organik dari rumah. Namun, pelaksanaannya tidak harus terbatas pada biopori. Masyarakat dapat menggunakan komposter, tebanisasi, maupun metode lain sesuai kondisi dan kebutuhan di wilayah masing-masing,” ujar Retno. Retno menekankan agar Ratu Ngebor tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Gerakan tersebut diharapkan menjadi kebiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, PKK, dan berbagai pihak terkait.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mengupayakan agar sampah organik rumah tangga dapat diselesaikan di rumah, sehingga jumlah sampah yang dibawa ke TPA Ngronggo dapat terus dikurangi.

Sementara itu, Camat Sidorejo menyampaikan bahwa pengelolaan sampah organik telah mulai diterapkan oleh masyarakat, khususnya di RW 07 Kelurahan Kauman Kidul. Dari total 277 rumah, sebanyak 204 rumah telah menggunakan komposter, 23 rumah menggunakan biopori, dan 2 rumah mengolah sampah organik menggunakan maggot.

Dalam kegiatan tersebut, PDAM Kota Salatiga secara simbolis menyerahkan bantuan berupa 10 ember dan 50 pipa biopori kepada Ketua TP PKK Kota Salatiga. Peluncuran Gerakan Ratu Ngebor kemudian ditandai dengan peletakan ember pada lubang biopori di Kelurahan Kauman Kidul, yang dilanjutkan dengan pembuatan lubang biopori secara simbolis oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup. Pada kesempatan yang sama, Tim Kerja Sosialisasi, Komunikasi, dan Edukasi Percepatan Pengelolaan Sampah RW 07 bersama warga melakukan penebaran cacing Lumbricus pada TEBA yang dikelola oleh RW 07 sebagai bagian dari upaya pengolahan sampah organik.

Melalui gerakan ini, masyarakat diharapkan semakin aktif mengelola sampah organik dari rumah sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Ratu Ngebor diharapkan dapat diterapkan secara konsisten dan berkembang di seluruh wilayah Kota Salatiga.

PLENO PKK KAUMAN KIDUL SEPTEMBER 2026

Selasa 8 September 2026 Tim Penggerak Kelurahan Kauman Kidul melaksanakan Pleno PKK bertempat di Balai Kelurahan Kauman Kidul

Pembahasan pada pleno bulan september ini membahas Pleno TP PKK Kota Salatiga,persiapan kegiatan LOUNCHING RATU NGEBOR (getakan satu rumah satu biopori) tingkat Krcamatan Sidorejo bertempat di kelurahan Kauman Kidul di RT 08 RW.06,laporan krgiatan per pokja