SITALANG BERKELAS 3.0

PLN UIT JBT melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) mengimplementasikan program Sitalang Berkelas 3.0 di kawasan sekitar aset transmisi 500 kV Ungaran–Pedan tower 51–52, sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi lokal berkelanjutan. Program ini difokuskan pada penguatan sarana dan prasarana wisata, peningkatan kapasitas SDM dan kelembagaan masyarakat, serta penguatan aktivitas ekonomi dan pariwisata melalui Festival Sitalang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pariwisata, Henni Mulyani, Camat Sidorejo Sulistiyono, Lurah Kauman Kidul Nur Ikhwan, Babinsa dan Babinkamtibmas, Local Heroes sekaligus Ketua Pokdarwis Rokhmad Roba.

Program Sitalang Berkelas 3.0 diharapkan mampu menciptakan nilai tambah sosial dan ekonomi sekaligus memperkuat sinergi antara perusahaan, masyarakat, dan stakeholder di wilayah ring 1 PLN.

PENYALURAN BANTUAN PANGAN KELURAHAN KAUMAN KIDUL

Selasa 25 November 2025 pelaksanaan penyaluran bantuan pangan di Kelurahan Kauman Kidul dilaksanakan di ruang aula Kelurahan,sebanyak 223 penerima bantuan telah mendapat undangan untuk mengambil bantuan pangan berupa 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng.penyaluran yang diberikan pada bulan November ini adalah program bantuan untuk bulan Oktober dan November 2025 sehingga yang diterima 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng.

Pembagian bantuan pangan dimulai pukul 08.00 wib,terlihat antuias warga penerima bantuan sudah mulai datang sejak pukul 07.00 wib dengan terlebih dahulu untuk mengambil nomor antrian,persyaratan pengambilan bantuan antara lain penerima datang dengan membawa undangan,KK,KTP asli. Pelaksanaan pembagian dilakukan oleh PSM Kelurahan Kauman Kidul bekerjasama dengan pegawai Kelurahan Kauman Kidul. Sedangkan sistem pelayanan penyaluran bantuan yang digunakan adalah aplikasi berbasis android

DAWUHAN KELOMPOK TANI RINGIN AGUNG

Dawuhan irigasi” mengacu pada tradisi kerja bakti membersihkan saluran irigasi sawah (dawuhan) yang dilakukan oleh para petani sebagai bentuk gotong royong dan ucapan syukur. Istilah “dawuhan” sendiri berasal dari kata “dam” (bangunan pembagi air), yang sangat penting untuk sistem pengairan sawah, dan kegiatan “dawuhan irigasi” ini biasanya diadakan sebelum musim tanam. 

  • Tradisi kerja bakti: Dawuhan adalah kegiatan membersihkan saluran air irigasi secara gotong royong.
  • Tujuan: Kegiatan ini bertujuan agar masa tanam padi hingga panen berjalan lancar, serta untuk melestarikan jiwa kebersamaan antarwarga.
  • Asal usul: Istilah ini juga dikaitkan dengan keberadaan “dawuhan” atau “dam” yang dibangun oleh Belanda untuk mengairi sawah di masa lalu, sehingga nama desa atau tempat tersebut juga sering disebut “Dawuhan”.